Tampilkan postingan dengan label buruh kontrak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buruh kontrak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2012

Praktek Kerja Kontrak & Outsourcing

Oleh: L. Gathot Widyanata

Arus penggunaan buruh kontrak dan outsourcing pada era hubungan kerja yang fleksibel semakin merugikan buruh, tidak hanya merugikan upah yang diterima, tetapi keamanan keberlangsungan kerja.

Fakta masih banyak perusahaan – perusahaan yang memperkerjakan buruh kontrak & outsourcing di Indonesia. Walau, Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa perlakuan terhadap pekerja kontrak selama ini bertentangan dengan konstitusi dan hak-hak pekerja outsourcing harus sama dengan pekerja tetap.

Kurniasih, buruh perempuan asal Klaten Jawa Tengah, - baru 1 bulan yang lalu diakhiri kontraknya di PT Sion, Cilengsi- Bogor. Ia mengaku, sudah lelah bekerja di pabrik dengan system kontrak,- karena harus melakukan ritual pembaharuan kontrak terus menerus.

Ada dua model perekrutan tenaga kerja: pertama, calon tenaga kerja menjadi buruh kontrak langsung direkrut pabrik. Kedua, calon tenaga kerja menjadi buruh lewat yayasan perekrut tenaga kerja. “Saya termasuk menggunakan model yang pertama”, ungkapnya

Bagi calon tenaga kerja yang memiliki skil (misal : menjahit) dikenakan beban Rp. 750.000,- Berbeda bagi calon tenaga kerja yang tidak memiliki skil, ia dikenakan dua kali lipat beban biaya buruh yang memiliki skil, yakni Rp. 1.500.000,-

“Lama kontrak juga menentukan harga”, katanya. Untuk pekerjaan 3 bulan, - buruh hanya mengelurkan uang sebesar Rp. 700.000,- begitu selanjutnya. Yayasan perekrut tenaga kerja di wilayah Celengsi- Bogor mematok jasa dalam kisaran Rp. 500.000,- - Rp. 1.000.000,-Tidak semua calon tenaga kerja memilik modal. Jika calon tenaga kerja tidak memiliki modal, ada Yayasan tenaga kerja yang menawarkan model pemotongan upah.

Pengalaman buruh yang direkrut langsung pabrik harus puas dibayar upahnya dengan UMK tahun yang lalu. Mereka tidak jelas masa kontraknya. Jika perusahaan tidak menginginkan, maka buruh tersebut diakhiri kontraknya. Jika perusahaan menginginkan, buruh tersebut terus bekerja tanpa ada perjanjian kontrak.

Menurut Dedeh, buruh yang berstatus kontrak harus melakoni jam kerjanya 14 jam se hari. “Paling cepat mereka pulang jam sembilan malam”, ungkapnya. Biasanya buruh model tersebut, cepat – cepat hengkang dari perusahaan tersebut.

Banyak perusahaan di Cilengsi menggunakan tenaga kerja kontrak, seperti PT Tanasin, 100% buruhnya berstatus kontrak. Selain upah yang rendah, perusahaan memiliki kemudahan untuk mengakhiri kontraknya. Menjelang lebaran (H-7) buruh kontrak diakhiri kontraknya. Setelah lebaran buruh tersebut dipekerjakan kembali.”Hampir semua pabrik melakukan hal serupa untuk menghindari pembayan THR”, ungkap Kurniasih.

Ada model untuk mengakhiri kontrak tenaga kerja, beberapa perusahaan mengakhiri kontrak tenaga kerjanya karena menikah. Kinerja produksi tidak mau direpotkan oleh urusan ijin (anak sakit, misalnya).

Kurniasih dan teman – teman, tidak peduli dengan berapa ratus ribu, harus membayar untuk mendapatkan pekerjaan di pabrik, tidak peduli dengan waktu yang panjang ia dipekerjakan, tidak peduli kapan diakhiri kontraknya sesuai dengan keinginan pengusaha. Yang penting mendapatkan pekerjaan, mendapatkan penghasilan, dapat menyambung hidup,.. titik.

Membaca fakta di atas hubungan industrial yang ada berdasarkan kekuatan modal dan orientasinya keuntungan melulu. Tidak ada pengusaha yang berani mengubah orientasi ekonomi dari orientasi modal ke orientasi manusia.

Sementara serikat buruh ribut dengan kenaikan UMK sektoral yang tidak jelas pelaksanaannya dan tak berdaya menghadapi system hubungan kerja yang fleksibel. Tidak ada Aliansi atau Serikat Buruh secara konsisten mengtakan bahwa system kontrak dan outsourcing merugikan buruh.

Peran pemerintah sekedar sebagai mediator antara buruh dan pengusaha, tetapi tidak memiliki semangat pemihakan kepada kaum buruh. Ada proses pembiaran terhadap pratek pratek hubungan industrial yang merugikan buruh. Sehingga hubungan industrial yang demikian merusak hak – hak buruh, dan tidak menjamin kesejahteraan kaum buruh.

L. Gathot W

Minggu, 09 Oktober 2011

No. 9 Tahun ke-I, September – 4 Oktober 2011 BPB News Informasi Geliat Biro Pelayanan Buruh LDD- KAJ Email : bpb.ldd@gmail.com

Buruh Kontrak & Jamsostek

Sebanyak 400 buruh kontrak PT. Mayora dan Torabika Tangerang , akhirnya diikut –sertakan dalam program JAMSOSTEK per 1 Oktober 2011. Menurut Kasminah, CO OBKO Cikoneng, mereka sudah 1 tahun dikontrak tetapi belum diikutsertakan dalam program JAMSOSTEK.

Calon Tenaga Kerja

Setelah lebaran tahun2011, Tangerang kebanjiran calon tenaga kerja. Ada 4 orang calon tenaga kerja asal Purwokerto mengadu nasib di Tangerang. Untuk sementara mereka ditempatkan di CV Kurnia Langgeng Krida Jatake – Tangerang.

Resah Tunggu 40 Hari

Sebanyak 23 buruh kontrak berkumpul di kontrakan Bapak Wirano- Cikoneng Tangerang, Minggu, 2/10. Mereka diakhiri kontraknya menjelang lebaran tiba. Dalam masa waktu tunggu 40 hari mereka tidak memiliki pekerjaan.

Dalam kesempatan tersebut, mereka membuat pertimbangan: apakah akan kembali kepekerjan yang telah ditekuni atau mencari peluang pekerjaan yang baru?

Akhirnya sebagian besar dari mereka memilih pekerjaan lama, karena tidak dituntut skill.

Pergantian Pengurus SB

Sebanyak 40 buruh PT. Molek Anyus Tangerang mengadakan pemilihan ketua dan pengurus SBJP tingkat pabrik di Cello 5 Citra Raya Tangerang, Minggu , 18/9. Sdr Kalwani memperoleh suara manyoritas.

Dalam kata sambutannya, pengurusan SBJ P PT. Molex Anyus menentukan rencana kerja jangka pendek dan jangka panjang. Kerja jangka pendek, tertib administrasi ( kenggotaan) dan rapat rapat pembentukan dan penguatan pengurus baru.

Sedangkan jangka panjang, selanin mejalan advokasi hak – hak normatif akan terlibat dalam konggres SBJ P tingkat pusat.

Bantuan Kredit Usaha Kecil

APP- PSE Keuskupan Agung Jakarta melalui BPB – LDD mengucurkan bantuan pinjaman kredit usaha kecil kepada 10 orang anggota KBKO RUSUN Cengkareng Jakarta Barat, Sabtu 17/9.

Bantuan pinjaman tersebut Rp 5.000.000,-(lima juta rupiah). Masing- masing program tersebut mendapt pinjaman Rp. 500.000,-dengan mengangsur Rp 12,500,-per minggu. Bunga pinjaman 0,5% per minggu dan angsuran 50 kali.

Disepakati pula, bunga menjadi kekayaan kelompok. Peserta program tersebut diwajibkan menabung per minggu Rp. 1.000,- ( seribu rupiah).

Buruh Suara Gereja

FPBN (Forum Pendamping Buruh Nasional) mengadakan rapat khusus di Wisama Sanjaya Muntilan – Jawa Tengah, Kamis – Jum’at, 29 – 30/9.

Selain membuat evaluasi perjalanan FPBN, berhasil merumuskan 5 tahun kedepan. Rapat FPBN yang dihadiri 11 orang dari berbagai LO sepakat bahwa suara buruh menajdi suara Gereja.

Oleh sebab itu, pendampingan buruh di wilayah Keuskupan terintegrasi dengan pelayanan pastoral Keuskupan. Di tingak KWI, FPBN akan berjuang menjadi komisi atau mencantol di komisi yang ada, seperti Migran Care.

Untuk pertemuan tahunan FPBN akan mengundang beberapa keuskupan banyak memiliki buruh industri, seperti Keuskupan Palembang.

Bantuan Gerobak Usaha

Sebanyak 7 orang, anggota kelompok Tigaraksa dan Balaraja mengadakan pertemuan kerjasama dengan PIT ”INTI” CIA DKI di Sentrum Buruh Villa Balaraja, Jum’at , 16/9.

Pertemuan tersebut difasilitasi oleh Suster – suster HK dan dihadiri oleh Sr Angeline SFD untuk mencarikan kendaraan usaha dalam meningkatkan kesejahteraan buruh. Kerjasama dalam pengadaan bantuan ”gerobak usaha” bagi buruh yang akan mengembangkan usahanya.

Selain , bantuan Gerobak usaha, PIT ”INTI” CIA DKI akan membantu modal awal. Jika usaha tersebut sudah berjalan dan bekembang , peserta program tersebut wajib mengangsur Rp. 10.000,- per hari.

Perserta program tersebut akan mendapat training usaha dan pendampingan dari pihak PIT ”INTI” CIA DKI.

Merumuskan Visi- Misi Perburuhan

Seksi Perburuhan Dekanat Tangerang dengan Biro Pelayanan Buruh LDD KAJ mengadakan curah pendapat di ruang kerja Rm. Marwoto SJ, Pastoran Paroki ST Maria Tangerang, Selasa, 4/10.

Curah pendapat tersebut berhasil merumuskan Visi – Misi Dekanat Tangerang dalam kepeduliannya kepada buruh industri.

Visinya; terwujudnya buruh yang mandiri dan sejahtera serta bermartabat. Sedangkan misinya: (1) Memberdayakan buruh diwilayah Dekanat Tangerang. (2) menemani dan mendampingi dalam perjuangan buruh. (3) Mengembangkan dan memperkuat jaringan buruh.

Hadir dalam pertemuan tersebut: Rm Martoyo, SJ dan Rm Adi Pramono OSC (Dekanat Tangerang), Shukur & Gathot (BPB).

Teror Terhadap Calon Tenaga Kerja

Berkat jalinan Sr Angeline SFD dengan pihak PT Panarub, ada 4 calon tenaga kerja dipanggil untuk mengikuti tes, Selasa, 20/9.

Namun setelah sampai didepan pintu gerbang PT Panarub, - keempat calon tenaga kerja tersebut diancam, akan dipukul dan mapnya dirobek oleh pemuda yang tak dikenal.

Tema APP KAJ 2012

Sebanyak 17 orang dari berbagai komisi KAJ mengadakan rapat persiapan APP KAJ 2012 di Gedung Karya Pastoral, Jl. Katedral 7 Jakarta Pusat, Sabtu, 1/10.

Rapat menyepakati tema APP KAJ 2012 yang telah dibicarakan di Deawn Pastoral, yakni ”Dipersatukan dalam Ekaristi Diutus untuk Berbagi”.

Dengan demikian team kerja APP yang terdiri dari komisi KAJ siap bekerja untuk pengadaan bahan sosialisasi tema APP 2012.

(***)

Minggu, 11 September 2011

No. 8 Tahun ke-I, Agustus 2011 BPB News Informasi Geliat Biro Pelayanan Buruh LDD- KAJ Email : bpb.ldd@gmail.com

Acara Buka Bersama

Sebanyak 39 buruh yang bergabung dengan FBB maupun CU PAS mengadakan acara buka bersama di Sentrum Buruh, Gang Cello 5 , Citra Raya Tangerang, Sabtu, 13/8.

Acara diisi dengan kilas balik keberadaan FBB sebagai gerakan buruh alternatif, yang didukung oleh gerakan ekonomi kerakyatan.

Selanjutnya, peserta menyepakati agenda kegiatan FBB kedepan, antara lain: diksar CU PAS bagi buruh PT STI (September 2011), Gerakan Buruh (Oktober 2011)

Menyoal Kontrak & THR

Sebanyak 27 buruh kontrak & outsourcing yang bergabung dengan OBKO Cikoneng, mengadakan buka puasa bersama di Cikoneng, ....

Mereka mengaku waktu kerjanya yang panjang, karena bekerja harus berdasarkan target.

Selain waktu kerja yang panjang, mereka tidak menandatangin surat perjanjian kontrak. Walau perjanjian kontrak dalam bentuk lisan sering dilanggar oleh perusahaan.

Upah yang diterima UMR ”all in”, artinya termasuk upah lembur. Jika tidak memenuhi target, waktu diperpanjang hingga target tercapai.

Sementara THR mereka dibayar tidak sesuai dengan peraturan. Seperti, buruh yang sudah bekerja 3 tahun hanya memerima THR Rp. 250.000,- Masa kerja buruh dibawah 1 tahun hanya mendapat THR sebesar Rp. 50.000,-

Menemui Aktivis Buruh

L. Gathot Widyanata melakukan kunjungan pada para aktivis buruh di Bantar Gebang Bekasi, Sabtu, 6/8.

Beberapa aktivis buruh yang berhasil ditemui, seperti: sdr Amin , mantan pengurus SPI Winer Bantar Gebang –Bekasi. Disamping Amin, juga Samsul yang pernah aktif dalam Front Buruh Narogong Bekasi.

CU PAS

Menurut Hermawan, staf pengelola CU PAS: hingga akhir Juli 2011, anggota CU PAS berangsur – angsur bertambah, walau angka relative kecil.

Tidak hanya anggota yang bertambah tetapi anak – anak buruh yang menabung di TAS (Tabungan Anak Sekolah) meningkat.

Hingga bulan Juli 2011, anggota CU PAS mencapai 78 orang Sedangkan aset yang dimuliki oleh CU PAS sebanyak Rp. 103.000.000,-

Kesulitan CU PAS dalam menyiapkan program pembukuan. Untuk proses pencatatan pembukuan, sementara dilakuakan secara manual.

Pada bulan September 2011, CU PAS bekerjasama dengan OBKO Tigaraksa akan mengadakan temu peserta TAS- CU PAS bersama orang tua di Susteran Matagara – Tigaraksa Tangerang.

GARIS

Sebanyak 5 orang yang aktif bekerja di Media GARIS bertemu, guna mempersiapkan terbitan GARIS edisi 09/IX/Juli – September 2011, di Gang Cello 5 Citra Raya Tangerang, Senin,15/8.

Selain mengecek naskah yang masuk ke meja redaksi, team kerja GARIS membuat inventarisasi naskas. Setelah itu, naskah tersebut dimasukan kedalam rubrik GARIS.

Dua minggu kedepan (16 – 27 Agustus 2011), naskah selesai diedit dan lay out. Pada awal September 2011, naskah GARIS edisi 9/IX/Juli – September 2011 masuk cetak.

Aksi Peduli Sesama

Sebanyak 109 buruh dampingan Biro Pelayanan Buruh – LDD KAJ memperoleh paket APS (Aksi Peduli Sesama), Sabtu, 20/8. Satu paket berisi: 3 liter beras, 1 kg gula pasir, ¼ gula merah, ½ kg tepung terigu, 1 liter minyak goreng, ¼ kg kacang hijau.

APS tersebut diberikan dengan cara membayar dan tidak menutup kemungkinan untuk gratis bagi yang benar – benar tidak memiliki uang. Tercatat 23 buruh menerima dengan Cuma – Cuma dan 86 buruh menerima dengan membayar.

Sementara buruh PT. Glopac Indonesia yang sedang melakukan aksi di Komnas HAM dan di depan pabrik PT Glopac Indonesia Cikarang – Bekasi mendapat bantuan APS sebanyak 100 kg beras dan 5 dus mie instan.

Menurut Bapak Andreas Shukur, walau bantuan relatif kecil, buruh tetap membutuhkan. Kelemahan program APS pada soal pendataan, mengingat waktu yang terbatas.

Aksi Buruh PT Golden Tatek

Sejak tanggal 25 Juli 2011, buruh PT Golden Tatek mengadakan aksi kemah di depan Pabrik PT Golden Tatek- Cikupa Tangerang.

Tutuntan mereka dipekerjakan kembali, setelah di PHK sepihak oleh perusahaan.

Sebagian besar dari mereka adalah buruh perempuan yang sudah bekerja pada kisaran 2 – 8 tahun.

Sebanyak 53 buruh PT Golden Tatek yang melakukan aksi dari 200 buruh yang di PHK sepihak.

Aksi Buruh PT Glopac Indonesia

Biro Pelayanan Buruh – LDD KAJ melakukan kunjungan dan solidaritas pada buruh PT Glopac Indonesia yang sedang melakukan aksi di kantor KOMNAS HAM Jakarta, Senin, 8/8.

Sementara, pada tanggal 8 Agustus 2011, perwakilan buruh PT Glopac Indonesia akan bertemu dengan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk mencari jalan keluar agar buruh PT Glopac dipekerjakan kemabli.

Disamping itu, buruh PT. Glopac Indonesia (Ismael dkk, ada 30 0rang)) yang ada di KOMNAS- HAM dan di depan Pabrik PT Glopac Indonesia Ciakarang – Bekasi terus melanjutkan persidangan di Pengadilan Negeri di Bekasi.

Sebanyak 60 buruh yang tetap bertahan aksi di KOMNAS- HAM Jakarta, Senin, 8/8. Sedangkan sisanya, 60 buruh tetap melakukan aksi di depan pabrik PT Glopac Indonesia Cikarang – Bekasi. ”Kami akan melakukan konsolidasi dengan peserta aksi untuk membicarakan liburan lebaran yang jatuh pada tanggal 30 – 31 Agustus 2011”, ungkap Ismael. (***)

Jumat, 13 Mei 2011

No. 4 Tahun ke-I, April – 07 Mei 2011 BPB News Informasi Geliat Biro Pelayanan Buruh LDD- KAJ Email : bpb.ldd@gmail.com

Oleh- Oleh dari Purwokerto

JAKARTA, BPB – “Membangun manusia lewat Credit Union”, kata – kata pembukaan yang dilontarkan Slamet, pada pertemuan pendamping buruh, Jum’at (1/4) di ruang kerja BPB. Rapat Jum’at I kali ini, yang dihadiri Bapak Gathot, Slamet, Shukur, Hermawan dan Kasminah, Sr. Angeline SFD, serta Sr. Stella HK, khusus mendengarkan dan belajar tentang CU yang dikembangkan oleh CU Cikal Mas Purwokerto- Jawa Tengah.

Selain belajar tentang alur KAS, peserta diajak menemukan roh CU sebagai gerakan. Menurut Sr. Angeline SFD, roh CU menjadi komitmen semua lini Keuskupan Purwokerto, dari Uskup- Pastor dan Seksi Sosial Paroki hingga umat. Roh tersebut yang mengilhami semangat suster untuk mengembangkan CU ditengah – tengah kaum buruh.

Hermawan, asal Klaten lebih belajar bahwa kerja – kerja CU di Purwokerto sudah professional. Ia mengusulkan agar system organisasi dan program yang digunakan di CU Cikal Mas diterapkan di CU PAS. (G)

Sosialisasi Hasil Studi CU

CITRA RAYA, PBB – Sebagai bentuk pertanggung – jawaban teman – teman pengurus CU PAS yang dikirim ke Purwokerto mensosialisasi hasil studinya bagi teman – teman pengurus lainnya dan FBB di Sentrum Buruh Citra Raya – Tangerang, Minggu (3/4).

Slamet Hendrikus, salah satu peserta studi, melihat keberhasilan CU Cikal Mas Purwokerto membandingkan sebagai pembelajaran dengan capain – capain CU PAS yang baru belum genap seumur jagung.

Sebagai refleksi kinerja CU PAS, sebanyak 11 orang peserta yang hadir, menyepakati bahwa setiap minggu ke II, ada pertemuan pengurus sebagai ruang studi, khusus belajar tentanng CU secara tematis.

Motivasi Credit Union

TIGARAKSA, BPB – Sebanyak 6 orang buruh anggota OBKO Tigaraksa, mengikuti program motivasi Credit Union di Susteran SFD, Matagara Tigaraksa – Tangerang, Senin (4/4). Selain motivasi, ada pencairan pinjaman anggota CU PAS yang berdomisili di Tigaraksa.

Dari 6 orang yang datang, 2 orang masuk anggota CU PAS. Sedangkan 4 orang lainnya akan menyusul mengikut kedua temannya untuk bergabung CU PAS.

Menabung Rp. 5000,- per Minggu

CENGKARENG, - BPB – ”Ibu – ibu kita sepakat menabung Rp. 5000,- per minggu”, pinta Tri Handayani. Begitulah sepenggal pembicaraan yang melibatkan pekerja rumahan yang tinggal di Perum RUSUN Cengkareng Jakarta Barat, Sabtu (9/4).

Sebanyak 11 pekerja rumahan yang akan bergabung dalam kelompok pekerja rumahan rusun Cengkareng. Mereka mengambil pekerjaan menjahit dari pengepul untuk dikerjakan di rumah masing – masing. Setiap hari Sabtu, mereka mendapat upah. Oleh sebab itu, kalau mereka tidak keberatan untuk menabung Rp. 5.000,- per minggu.

Peserta sepakat untuk bertemu lagi, pada hari Sabtu, 7 Mei 2011 di tempat yang sama. Untuk awal pengorganisasian sdri Tri Handayani diminta untuk menjadi koordinator kelompok pekerja rumahan di Cengkareng.

Terbangun Relasi Baru

BULAK KAPAL, - BPB- Pengorganisasian buruh kontrak & outsourcing di wilayah Bulak Kapal Bekasi merupakan target program BPB 2011. Komitmen itu, dijalankan atas pertimbangkan keberadaan sentrum bulak kapal dan 2 frater SX yang ingin terlibat dalam pastoral perburuhan serta fokus program BPB 2011.

Biro Pelayanan Buruh- LDD KAJ membangun kontak dengan koordinator komunitas Bulak Kapal – Bekasi, di Sentrum Buruh, Jl Cendrawasih II,Sabtu (16//4).

Kontak dilakukan untuk membangun kesepahaman relasi baru dengan komunitas bulak kapal dalam pengorganisasian buruh kontrak & outsourcing di wilayah tersebut.

Selain sosialisasi program BPB tahun 2011, merekomendasikan dampingan baik dalam persiapan maupun sudah terbentuk sebagai langkah pengorganisasian yang dilakukan tahun 2010 – 2011.

Bagi komunitas Bulak Kapal, semula terbangun relasi dengan BPB berdasarkan buruh katalik, sekarang musti terbuka relasi dengan BPB berbasis buruh kontrak & outsourcing.

Buruh Melawan Kemiskinan

JAKARTA,- BPB – Telah terbit Majalah GARIS, edisi : 07/VIII/Jan – Mar 2011 dengan tema besar ”Buruh Melawan Kemiskinan ”, Jum’at (15/4). ”Gerak Arus Informasi Forum Garis”, demikian motto GARIS sebagai alat pendidikan penyadaran & pencerdasan bagi buruh.

Edisi pertama tahun 2011, mengajak buruh bahwa hak ekonomi, nilainya sama dengan hak normatif yang selalu diperjuangkan oleh buruh. Oleh sebab itu, kegiatan ekonomi buruh diluar pabrik perlu mendapat perhatian dan dihidupi yang selama dilupakan oleh LSM perbruruhan dan serikat buruh.

Bentuk perlawanan terhadap kemiskinan buruh adalah menciptakan jiwa entrepreneur bagi buruh industri. Pengalaman di lapangan bahwa buruh dapat mengembangkan jiwa entrepreneur, seperti : Atjep Atmaja, buruh PT Molex Ayus mengembangkan bisnisnya berternak ayam potong. Begitu juga, Bowo buruh PT Sparindo Mustika membuka usaha salon dan menerima jasa menjahit sebagai usaha mandiri.

Bantuan Susu Formula

JAKARTA, - BPB – Sebanyak 40 kg susu formula didistribusikan ke Kelompok Buruh Kontrak & Outsourcing Tigaraksa, Kamis (21/4). Pengadaan susu bubuk atas kerjasama dengan Biro Pelayanan Masyarakat – LDD KAJ diperuntukan peningkatan kesehatan buruh.

Disamping itu, pengadaan bantuan susu formula bagi buruh merupakan cara menghidupi usaha bersama memenuhi kebutuhan pangan. Maka bantuan tersebut tidak gratis, anggota kelompok dapat membeli dengan harga relatif murah. Hasil dari penjualan ”Susu Bubuk” super murah, - dikumpulkan untuk modal usaha sembako murah.

Isu May Day 2011

JAKARTA, BPB - Puluhan ribu buruh se Jabotabek mengadakan perhelatan Hari Buruh Internasional di Bundaran HI & Istama Merdeka, Minggu (1/5)

Mulai jam 12.00 WIB, ribuan masa buruh memadati Jl. Merdeka Utara. Melalui gerbong FSPMI, para buruh menyerukan agar pemerintah menjalankan UU Sistem Jaminan Sosial Nasional 100 % dan mendesak pengesahan Rancangan Undang – Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Sementara di Kabupaten Tangerang ribuan buruh pawai motor ke pusat kegiatan perayaan May Day di depan PT Chinluh – Cipupa Tangerang. Masa buruh yang dimotori oleh KASBI & SPSI mengutuk kehadiran ”neoliberalisme’.

Tuntutan buruh: Naikan Upah Buruh sesuai dengan Upah Layak, Berikan jaminan kepastian kerja, hapus sistem kontrak & outsourcing, berikan jaminan sosial bagi buruh dan keluarganya, berikan perlindungan kebebasan berserikat, cabut dan menghentikan rencana revisi UU perburuhan yang tidak berpihak pada buruh, serta menuntut 1 Mei sebagai Hari Buruh dan Libur Nasional.

Pensiun Dini

JAKARTA- BPB – Maria Theresia Antonia Deliana Pepe yang bekerja di LDD KAJ sebagai staf BPB sejak 01 November 1991 mengajukan pensiun dini.

Pensiun dini tertanggal 04 Mei 2011. Mbak Deli secara khusus mohon pamit kepada teman – teman mitra, CO dan buruh dampingan. Mohon maaf jika ada kesalahan. (***)